JAWABAN SOAL UAS
Bobot tanah satu hektar = luas x tinggi x B.D. =10.000m² x 0,20 m x ton/m³ = 2000ton
Kandungan bahan organik =1.724 x % C-Organik =2.586% = 2.586/100 x 2000 ton = 5.172 ton per hektar
N yang tersedia 10 % dari N total = 10/100 x 0.15/100 x 2000 ton x 10ku/ton = 3 kuintal
a. C/N = 1,5% : 0,15% = 10
b. KB = jumlah susunan kation/KTK x 100 % = (4,20 + 2,50 + 1,17 + 0,05) cmol/kg/18,75cmol/kg x 100 kg = 7,92/18,75 x 100% = 42,24 %
c. Kejenuhan Al = 〖Al〗^(3+)/jumlah susunan kation basa + asam) x 100 % = 0.15 cmol/kg/(7,92 + 0.15 + 0.10) cmol/kg x 100% =1,84%
d. Kandungan pasir dalam komposisi tekstur= 100% - (debu+liat)% = 100% -77% = 23%
Bandingkan ekstrak P tersedia terhadap P potensial = 6 ppm P : 18mg/100g P₂O₅ = 6 x 142/62 mg P₂O₅/1000 g : 180 mg P₂O₅/1000g = 13,74 : 180
Besaran Ca = 4,20 x 20 mg/kg = 84 ppm
Besaran Mg = 2,50 x 12 mg/kg = 30 ppm
K = 1,17 x 39 mg/kg = 45,63 ppm
Na = 0,05 x 23 mg/kg = 1,15 ppm
Ca = 84 ppm = 84/10⁶ x 2 x 10⁶kg = 168 kg
Mg = 30 ppm – 30/1.000.000 x 2.000.000 kg =60 kg
K = 45,63/1.000.000 x 2.000.000 kg =91,26 kg
Na = 1,15/1.000.000 x 2.000.000 kg =2,30 kg
Dilihat dari hasil analisis, secara umum tanah tersebut relatif miskin hara, bereaksi masam, berbahan organik rendah dengan tekstur liat.
Jika akan digunakan untuk budidaya tanaman pertanian yang menguntungkan disarankan:
Pengapuran untuk menaikkan pH sampai mendekati 6,5.
Untuk memperbaiki sifat fisik perlu ditambahkan pupuk organik.
Penambahan hara melalui pemupukan lengkap N, P, dan K perlu dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan tanaman akan hara dan berimbang sesuai dengan sifat genetika tanaman.
Dengan pemupukan 200kg urea, 100 kg SP-36, dan 100 kg KCl artinya tanah mendapat tambahan:
N=45/100x 200kg = 90 kg N/ha
P=36/100x100kg P₂O₅ =36 kg P₂O₅ per hektar
K= 48/100 x 100 kg K₂O = 48 K₂O per hektar
Bobot tanah satu hektar = luas x tinggi x B.D. =10.000m² x 0,20 m x ton/m³ = 2000ton
Kandungan bahan organik =1.724 x % C-Organik =2.586% = 2.586/100 x 2000 ton = 5.172 ton per hektar
N yang tersedia 10 % dari N total = 10/100 x 0.15/100 x 2000 ton x 10ku/ton = 3 kuintal
a. C/N = 1,5% : 0,15% = 10
b. KB = jumlah susunan kation/KTK x 100 % = (4,20 + 2,50 + 1,17 + 0,05) cmol/kg/18,75cmol/kg x 100 kg = 7,92/18,75 x 100% = 42,24 %
c. Kejenuhan Al = 〖Al〗^(3+)/jumlah susunan kation basa + asam) x 100 % = 0.15 cmol/kg/(7,92 + 0.15 + 0.10) cmol/kg x 100% =1,84%
d. Kandungan pasir dalam komposisi tekstur= 100% - (debu+liat)% = 100% -77% = 23%
Bandingkan ekstrak P tersedia terhadap P potensial = 6 ppm P : 18mg/100g P₂O₅ = 6 x 142/62 mg P₂O₅/1000 g : 180 mg P₂O₅/1000g = 13,74 : 180
Besaran Ca = 4,20 x 20 mg/kg = 84 ppm
Besaran Mg = 2,50 x 12 mg/kg = 30 ppm
K = 1,17 x 39 mg/kg = 45,63 ppm
Na = 0,05 x 23 mg/kg = 1,15 ppm
Ca = 84 ppm = 84/10⁶ x 2 x 10⁶kg = 168 kg
Mg = 30 ppm – 30/1.000.000 x 2.000.000 kg =60 kg
K = 45,63/1.000.000 x 2.000.000 kg =91,26 kg
Na = 1,15/1.000.000 x 2.000.000 kg =2,30 kg
Dilihat dari hasil analisis, secara umum tanah tersebut relatif miskin hara, bereaksi masam, berbahan organik rendah dengan tekstur liat.
Jika akan digunakan untuk budidaya tanaman pertanian yang menguntungkan disarankan:
Pengapuran untuk menaikkan pH sampai mendekati 6,5.
Untuk memperbaiki sifat fisik perlu ditambahkan pupuk organik.
Penambahan hara melalui pemupukan lengkap N, P, dan K perlu dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan tanaman akan hara dan berimbang sesuai dengan sifat genetika tanaman.
Dengan pemupukan 200kg urea, 100 kg SP-36, dan 100 kg KCl artinya tanah mendapat tambahan:
N=45/100x 200kg = 90 kg N/ha
P=36/100x100kg P₂O₅ =36 kg P₂O₅ per hektar
K= 48/100 x 100 kg K₂O = 48 K₂O per hektar









0 comments:
Poskan Komentar